Jumat, 23 September 2011

IBRAH CINTA

Seperti sungai nil yang mengalir memancarkan cahaya kebeningannya mengagungkan sang pencipta , raja semesta alam sungai nil pun bertasbih padanya
    Terlihat dari kejauhan , beberapa pedagang-pedagang sayur yang datang dari pasar sehabis seharian bekerja sedang tertawa sehingga gigi-gigi mereka yang putih terlihat jelas, namun satu diantara mereka murung bagaikan induk ayam yang kehilangan anaknya
    Syafira terbangun oleh lamunannya, sore telah berlanjut senja . ia lupa dengan janjinya.. seharusnya sore ini ia bertemu dengan lia , memenuhi keinginan lia untuk bertemu dengannya , syafira bergegas keluar asrama menuju taman yang dekat dengan asramanya itu namun disana tidak ada satu orangpun yang lewat atau bahkan duduk-duduk dikursi taman itu. Tetapi satu yang terlihat secarik kertas hijau tergeletak tak bertuan di atas kursi taman. Ia mendekati kertas itu dan membacanya
    ASS.wr.wb
   Kepada saudariku : syafira anies shahab
  Sebiru langit disore ini
  Sekencang hembusan angin yang datang dari arah tak menentu
  Berkenaan dengan janji kita aku harap besok kita bisa bertemu disini
  Ada sesuatu yang mau aku sampaikan ini penting .
  Syukron
  Wss.wr.wb

Syafira bingung dengan perkataan lia dalam secarik kertas itu , ia bertanya dalam hatinya apa yang terjadi dengan lia ???
                                                    ***
 Hari yang mendung ,hanya ada rintik –rintik gerimis namun keadaannya sangsat dingin bulu-bulu badan yang tadinya masih berbaring kini berdiri dengan arah yang sama
,namun dibenak syafira ia harus tepat janji
 Dengan langkah pasti ia menembus dinginnya hari dengan ditemani jaket merah muda dan kudung kewajiban ia terus melangkah
 Kepastiannyapun tidak meleset diatas kursi putih yang sedikit berkarat itu duduk seorang perempuan yang sebaya dengan syafira

‘’ Ass .wr.wb ,
‘’Wss .wr.wb
 ‘Aku telah menepatinya aku harap tidak ada yang menjanggal di hatimu ,

“Duduklah syafira .aku minta sedikit waktu untuk bicara denganmu ini penting
“Silahkan lia”.. syafira mengatakannya sambil tersenyum..
  ‘’  Selama ini dalam kurun waktu yang lumanyan lama aku selalu memusuhimu,bahkan aku pernah mencaci makimu, dengan kata-kata yang tak seharusnya aku lontarkan ,.please mohon maafkan aku syafira !
 “ Lia ... dengan segenap keikhlasan aku sudah memaafkanmu jauh hari sebelum ini

“Kau memang wanita terbaik yang pernah aku temui.. namun baru kali ini aku sadar,
“Satu lagi pintaku fira tolong jaga kanda ku, dengan nada sedih lia memohon pada syafira!
Maksudmu mas asraf ? untuk apa aku menjaganya .. diakan sudah tua . sudah bisa menentukan yang mana haq dan bathil..
Bukan itu maksudku ,.. aku mau kamu jaga hatinya !
Aku ngaak ngerti ? jawab syafira kebingungan
Lia lalu pergi tanpa pamit dengan syafira
 Syafira yang masih duduk di kursi itu dan hanya  kebingungan dengan ucapan lia memang selama ini ia mengagumi asraf anak pak kiayi yang paling tampan di pesantren itu.
 Astagfirullah !! fira beristigfar ia sadar telah mengagumi ikhwan .. makhluk ciptaan allah yang bukan haknya

                                           ***
Hari senin tidak pernah akan dilupakan para santri maupun santriwati untuk menghadiri ceramah agama yang menyirami kalbu setiap para pendengarnya yang menghayati dengan seksama apalagi yang berceramah pak kiayi syaikurrahman assegaf kelembutan ucapan beliau menyihir para pendengarnya
   Hari itu sangat cerah secerah hati syafira , ia selalu menebar senyum kepada setiap orang yang ia temui , kebetulan ia melihat asraf sedang bersiap-siap untuk menghadiri ceramah tak lupa syafira melempar senyum padanya asrafpun membalas dengan penuh keikhlasan betapa berdendangnya hati syafira namun apalah daya syafira merasa tidak pantas dengannya

   BELAJAR MENJADI SAHABAT YANG BAIK itulah tema ceramah kali ini
Syafira pun teringat dengan lia , “dari tadi lia tidak terlihat kamu liat ngaak “?? tanya syafira pada salah satu santriwati disampingnya , namun tidak ada satu orangpun yang tau dan melihat lia,
Syafira minta ijin kepada ustadzah aminah untuk keluar berharap ia akan bertemu dengan lia, hati kecilnya berkata lia ada di taman , iapun menuju ke taman ternyata lia memang ada di sana dia terlihat ngelamun mukanya pun pucat pasih seperti orang yang tidak makan selama dua hari
“kamu sakit ??? tanya syafira seraya memegang tangan lia
“Tidak !! aku Cuma kurang tidur kok,, kamu kenapa ke sini bukannya hari ini ada ceramah ??
Hmmm.... aku minta ijin keluar untuk ketemu kamu , niatnya aku mau ajakin kamu denger ceramahnya pak kiayi ....
‘’Aku tidak mau kesana !
“kenapa ???
 Aku ngaak mau ketemu asraf dia pasti akan sedih
“ lho kenapa ?? dari tadi aku liat asraf nyari’in kamu tuh
 “Nanti kamu pasti tau alasannya ,..kenapa aku jadi kayak gini...
 Lia menangis namun syafira tidak tau , kenapa , apa dan bagaimana ?? yang terjadi pada lia
Ketika syafira mengusap belakang tubuh lia ia mendapati segumpalan rambut yang terjatuh dari kepala lia .. tanpa ia curiga rambut itu hanya dibuangnya
Syafira berusaha menguatkan hati lia yang sedang dilanda kesedihan bukan hanya karna iba tapi juga karena rasa sayangnya pada lia , walaupun selama ini lia selalu memusuhinya namun syafira tetap berpegang bahwa memaafkan itu adalah hal yang terindah .
   Azdan ashar berkumandang dengan merdunya. Syafira mengajak lia untuk menuju mesjid pesantren namun lia menggeleng kepala
syafira hanya tersenyum mungkin lia masih sedih batinnya
syafira segera menuju mesjid, usai wudhu ia langsung shalat setelah kepala di tolehkan kekanan dan kekiri ia berdoa
             ya allah apa yang harus hamba lakukan untuk lia , mana mungkin hamba
             menjaga hati mas asraf apalagi harus mencurinya sedangkan lia dan asraf
             sudah bertunangan , ya rabb tolong jaga hati hamba agar tidak goyah , jadikanlah
             hamba golongan perempuan yang setia padamu .aminn
     tiba-tiba setelah syafira mengakhiri doa’nya ada yang menyahut amin , itu adalah ustadzah aminah
     ‘’kita adalah golongan perempuan syafira setiap perempuan itu punya ikatan dengan sesamanya kalaupun lia melakukan sesuatu hal pastilah ia punya alasan tersendiri .
usai mengatakan itu ustadzah aminah menepuk bahu syafira dan meninggalkannya pergi.
 Syafira hanya terdiam ,.. ia lalu menuju asrama laki-laki, berniat menemui asraf
Tak sampai di asrama laki-laki ia bertemu dengan asraf
 “ assalammualaikum
“ wa’alaikumsallam
“ Mas boleh minta waktunya sedikit ??ucap syafira sambil menunduk
“maaf syafira aku mau ke klinik kesehatan di depan, katanya lia pingsan
Apa mas ??”aku ikut mas
tanpa berpikir panjang
         Mereka langsung menuju klinik yang ada di depan pondok pesantren darul hikmah
 Disana mereka berdua melihat keadaan lia yang masih tak sadarkan diri. Syafira dan asraf hanya bisa melihat pada ruang yang tak tembus , mereka tidak diperbolehan masuk kedalam ruangan. Setelah dokter yang menangani syafira keluar asraf pun langsung bertanya, namun sayang dokter itu hanya diam seribu bahasa
                 Syafira semakin bingung , ‘biasanya kalau orang pingsan ditanganinya hanya sebentar dan juga dipersilahkan  masuk ruangan’batin syafira ..
asraf yang masih ada di samping syafira seperti orang yang terpukul sekali melihat keadaan lia mungkin tidak histeris tapi siapapun yang melihatnya pasti ikut sedih,syafira pun pergi meninggalkan asraf ia berlari berharap bertemu dengan dokter yang menangani lia . namun tidak ada jejak, berkali-kali syafira bertanya pada karyawan-karyawan yang ada diklinik tersebut tak satupun yang menjawab.
 Senjapun datang tanpa di tunggu, syafira yang mondar-mandir mencari info kemana dokter tersebut pergi tidak menghasilkan apa-apa
Akhirnya ia pulang keasrama dengan wajah bingung ,penasaran,khawatir teraduk menjadi satu
                             ***
  Semakin ia memikirkan lia semakin ia merasa bingung , bahkan untuk tidur syafira susah memejamkan mata , ia putuskan malam ini sholat tahajjud jam 2 dini hari hal itu memang suatu kebiasaannya apabila menumui masalah , baik masalah pribadi maupun orang lain, seusai sholat syafira keluar asrama ,langit dini hari memang selalu memikatnya
Bintang yang berkilauan dimatanya seumpama mata malaikat yang tak pernah redup mengintip penduduk bumi dan mendoakan penduduk yang tak pernah lalai
         Sambil menunggu waktu subuh , syafira menikmati indahnya langit yang mempesona dihatinya, ia selalu merenungi kebesaran allah yang tak terhingga arti dan maknanya
           Panggilan sholat subuh telah di kumandangkan

BERSAMBUNG ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar